Jarak dan Hati

Empat belas hari sudah kita tak bertatap muka. Biasanya di hari ke 14 kita bertemu. Ini mulai mengusikku. Silahkan sebut aku berlebihan tapi ini yang aku rasa. Entah apa yang kau rasa.

Ya. Aku cemburu pada mereka yang dapat melihat mu setiap hari. Aku? Hanya melalui foto-foto yang kau ambil dalam keseharianmu. Untuk lebih real melalui teknologi bernama video call.

Aku cemburu pada mereka yang berinteraksi langsung denganmu setiap saat. Sedang aku hanya menanti setiap pesan singkat mu.

Aku cemburu pada mereka yang bersenda gurau denganmu. Sementara aku harus menanti malam tiba untuk mendengar tawa candamu.

Aku cemburu.

Hari-hari ketika lelah dan penat melanda aku mencarimu. Mencari pelukan hangatmu. Mencari tatapan penuh kasih mu. Mencari suara yang menenangkanku. 

Hari-hari ketika kerinduan melanda aku mencarimu. Mencari wangi tubuhmu. Mencari genggaman tanganmu. Mencari mu.

Waktu yang selalu ku tunggu hari-hari ini adalah waktu berbincang dengan mu. Saling bercerita pengalaman hari itu. Membicarakan hati kita. Membicarakan berita menghebohkan hari itu. Membicarakan permasalahan dan tantangan kita. Membicarakan masa depan kita.

Namun terkadang kita hanya disibukkan dengan saling mengucapkan “halo…halo…”. Lama-lama aku ingin bernyanyi Halo-Halo Bandung. Ya, sinyal terkadang senang menggoda kita. Terkadang aku kesal karena si sinyal ini.

hufffttt….

Cerita kita tak semanis dongeng, 

atau bagai drama sinetron cengeng 

Kau bukan artis ku bukan pujangga, 

namun kisah ini sangat berharga 

Hingga rambutmu memutih, hingga perutku membuncit 

Hati ini takkan pernah tua

Kita memang bukan pasangan sempurna

Bukankah Tuhan mengirimmu untuk melengkapiku?

Aku tidak perlu punya segalanya

Selama kau ada di sini, hidup kan baik-baik saja

Menikmati hujan sambil berdendang,

berpegang tangan saat senja datang

Senyumanmu membuat nyali ciut,

jangan bersedih kau jelek jika cemberut

Kita memang bukan pasangan sempurna

Bukankah Tuhan mengirimmu untuk melengkapiku?

Aku tidak perlu punya segalanya

Selama kau ada di sini, hidup kan baik-baik saja

Hingga kulitmu keriput hingga ragaku tak lagi kuat

Hati ini takkan pernah tua

Kita memang bukan pasangan sempurna

Bukankah Tuhan mengirimmu untuk melengkapiku?

Aku tidak perlu punya segalanya

Selama kau ada di sini, hidup kan baik-baik saja 

Fiersa Besari~Hidup Kan Baik-baik Saja

Kadang aku kesal dengan keadaan ini. Kadang aku merasa kau tak nyata. Kadang aku bertanya “di mana kamu?”. Kadang hati kesal. Tapi itu semua hanya kadang-kadang.

Seringnya aku semakin sayang pada mu. Seringnya aku tersenyum karena kamu. Seringnya aku bahagia bersama mu. Seperti kata Fiersa Besari, selama kau ada di sini hidup kan baik-baik saja. Kalau kata Float ini hanya sementara karena percayalah hati lebih dari ini.

Bandung, 19 Maret 2017.

Di kala hati merindu.

Advertisements

8 thoughts on “Jarak dan Hati

  1. Pacaran LDR tidak mudah… Apa lagi pernikahan.. Harus ada kepercayaan yang besar di situ. Harus ada tekad untuk menjaga kepercayaan dari kedua pihak…
    I was there..
    Dan tak bisa bertahan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s