Memaafkan Untuk Melangkah

It’s one of the greatest gifts you can give yourself, to forgive. Forgive everybody. ~Maya Angelou~

Memaafkan adalah salah satu hal yang mudah diucapkan namun sulit dilakukan. Apalagi ketika menyangkut urusan hati.

Tiga tahun lalu saya pernah menjalin hubungan dengan seorang pria. Awal hubungan semua begitu indah. Janji-janji manis begitu mudah diumbar di sela kemesraan yang mengudara. Ini adalah hubungan yang sempurna dan saya mulai yakin untuk melabuhkan hati saya di tangannya.

Namun,keindahan itu harus berakhir ketika kata pisah diucapkan dari bibir masing-masing. Entah karena apa. Entah karena siapa. Yang pasti perpisahan adalah yang terbaik.

Diri berusaha mencari jawab atas pertanyaan salah siapa. Diri pun kerap menyalahkan diri sendiri.

Ya saya yang salah. Saya yang terlalu cemburu. Saya yang terlalu posesif. Saya yang terlalu menuntut. Saya yang lebih kepo dari FBI. Saya yang jago stalking. Saya yang tidak paham bahwa dia juga ingin kebebasan.

Jika…

Saya tidak cemburuan.

Saya tidak posesif.

Saya menerima dia apa adanya.

Saya percaya pada dia.

Saya membebaskan dia berkenalan dengan siapa pun.

Saya yang ….

Saya yang ….

Saya yang salah…..

Berbulan-bulan diri dirundung rasa bersalah. Berbulan-bulan diri mengucap maaf entah pada siapa. Pada angin barangkali atau pada hujan. Hingga senyum hilang dari bibirku. Hingga tawa hilang dari hidupku.

Kusam.

Kelam.

Hancur.

Hingga akhirnya saat saya kembali pulang ke pangkuan kampung halaman. Saya banyak mendekatkan diri padaNya. Saya banyak membaca buku penyembuhan hati. Saya banyak bertemu orang baru. Saya kembali ke pelukan keluarga dan sahabat-sahabat saya. Saya pun paham bahwa saya harus memaafkan. Memaafkan diri saya terutama.

Memaafkan karena telah membiarkan diri saya hancur. Memaafkan karena telah membiarkan diri saya berada dalam kekelaman. Memaafkan untuk melangkah maju.

Ini bukanlah proses yang mudah. Tak jarang si jahat mengganggu pikiran saya untuk menggagalkan usaha pemulihan diri saya. Butuh waktu lama untuk menjalani proses memaafkan diri sendiri. Hingga akhirnya saat ini diri saya dapat kembali tersenyum lebar dan tertawa bahagia.

Memaafkan orang lain adalah hal yang mudah. Tapi memaafkan diri sendiri merupakan hal yang paling indah. Memaafkan diri sendiri untuk terus melangkah maju. Maafkan diri sendiri karena tak ada yang bisa melakukan selain kita sendiri.

Kini, aku bahagia karena telah memaafkan diriku dan paham bahwa tak perlu menyalahkan siapa atau pun apa. Aku telah paham bahwa ketika dia ingin pergi maka dia akan pergi, ketika dia ingin tinggal maka dia akan tinggal sesulit apa pun itu.

Forgive yourself for your faults and your mistakes and move on. ~Les Brown~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s